Pengetahuan

Dari Mana Asal Air di Bumi Berasal?

Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Tetapi dari manakah sebenarnya air di bumi berasal? Mari kita telusuri proses terbentuknya air di bumi melalui siklus dan proses alamiah ini.

Siklus Air

Sumber utama air di bumi berasal dari lautan melalui proses siklus air. Prosesnya dimulai ketika air laut menguap ke udara karena dipanaskan sinar matahari.

“Diperkirakan sekitar 90% air di bumi berasal dari lautan yang menguap ke atmosfer dalam proses siklus air.”

Uap air ini akan naik dan terkumpul membentuk awan. Kemudian awan akan terbawa angin dan turun kembali ke bumi dalam bentuk hujan ketika suhu udara mendingin. Sebagian air hujan akan mengalir ke laut, danau, atau sungai.

Sementara sebagian lagi akan meresap ke dalam tanah yang disebut air tanah. Inilah proses alami siklus air yang terus berlangsung di bumi.

Air Tanah

Selain berasal dari siklus air, air di bumi juga berasal dari air tanah. Air tanah adalah air hujan yang meresap dan tertahan di lapisan tanah, batu atau pasir di bawah permukaan tanah.

Air tanah tersimpan di lapisan berpori dan akuifer batuan di bawah tanah. Akuifer ini berfungsi seperti wadah raksasa untuk menampung air tanah. Air tanah ini bisa dimanfaatkan dengan cara dikeluarkan sebagai air sumur atau air artesis.

Pencairan Salju dan Gletser

Sumber air di bumi lainnya berasal dari pencairan salju dan gletser di kutub dan pegunungan tinggi. Salju dan es ini sebenarnya juga berasal dari uap air laut yang mengalami siklus air.

Tetapi lama-kelamaan terakumulasi dalam jumlah besar di kutub dan gunung es. Selanjutnya secara perlahan mencair dan mengalir melalui sungai menuju lautan.

“Diperkirakan 24 juta kilometer kubik es mencair setiap tahunnya dari Antartika dan Greenland.”

Pencairan es ini memberi kontribusi yang signifikan terhadap jumlah air tawar di bumi setiap tahunnya.

Air Meteorit

Selain berasal dari bumi, sebagian kecil air di bumi diperkirakan berasal dari luar angkasa, yaitu air meteorit.

Air meteorit adalah air yang terbawa oleh asteroid maupun meteorit ketika menabrak bumi 4,5 miliar tahun lalu. Diperkirakan 10% air bumi saat ini berasal dari air meteorit ini.

Air meteorit mungkin membawa senyawa air dan es dari sabuk asteroid antara Mars dan Jupiter yang kaya air. Air ini kemudian dibawa oleh meteorit dan terperangkap di kerak primordial bumi.

Fumarol

Sumber air di bumi lainnya berasal dari reaksi kimia dan aktivitas geologi di kerak bumi. Contohnya adalah fumarol atau mata air panas.

Fumarol terjadi ketika batuan panas dari bagian dalam bumi naik ke permukaan. Uap air akan dilepaskan ke permukaan melalui rekahan di kerak bumi. Ini menyebabkan munculnya mata air panas.

Saluran Air dari Mantel Bumi

Selain fumarol, terdapat hipotesis air di bumi juga berasal dari mantel bumi yang sangat dalam. Reaksi mineral di mantel memungkinkan melepaskan hydrogen dan oksigen.

Kedua unsur ini kemudian mengalir melalui patahan menuju kerak bumi dan bertemu membentuk molekul air. Walau masih hipotesis, proses ini dipercaya berperan penting dalam suplai air bumi miliaran tahun yang lalu.

Perbandingan Sumber Air di Bumi

Berikut perbandingan kontribusi berbagai sumber air di bumi:

Sumber AirPersentase
Siklus Air Laut90%
Air Tanah9%
Gletser dan Salju0,86%
Air Meteorit0,1%
Fumarol< 0,1%

Terlihat bahwa sebagian besar air di bumi, sekitar 90%, berasal dari lautan yang mengalami siklus air. Sisanya sekitar 10% berasal dari berbagai proses lain seperti dijelaskan di atas.

Kesimpulan

Itulah proses dan sumber air di bumi yang perlu kita ketahui. Siklus air yang terjadi secara alami inilah yang mendaur ulang dan mempertahankan jumlah air yang ada di bumi agar tetap stabil.

Selain siklus air, proses geologi dan pencairan gletser juga menyumbang suplai air di bumi dari waktu ke waktu. Dengan memahami proses ini, kita bisa lebih menghargai air sebagai sumber kehidupan yang tidak terbatas.

FAQ

Berapa persen air di bumi berasal dari meteorit?

Diperkirakan sekitar 0,1% air di bumi berasal dari air meteorit pada masa awal pembentukan bumi 4,5 miliar tahun lalu.

Apa itu air tanah?

Air tanah adalah air yang meresap dan tersimpan di lapisan tanah, pasir, atau batu di bawah permukaan tanah. Air tanah berasal dari air hujan dan salju yang meresap ke lapisan bawah tanah.

Bagaimana air di bumi tetap stabil jumlahnya?

Air di bumi tetap stabil berkat siklus air alami. Uap air laut yang menguap akan turun kembali sebagai hujan dan mengalir ke laut, sehingga total jumlah air tetap sama dalam siklus tertutup ini.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button